Aplikasi Sekolah dengan Nama dan Logo Sendiri
Sekolah memiliki aplikasi mobile resmi yang dipublikasikan dengan nama dan logo sendiri. Siswa dan orang tua mengunduhnya dari toko aplikasi, bukan memakai aplikasi generik.
Kenapa identitas aplikasi penting bagi sekolah
Ketika sekolah memakai aplikasi generik, orang tua sering ragu apakah aplikasi itu benar milik sekolah. Mereka harus diarahkan lewat tautan tertentu, dan kepercayaan muncul lebih lambat.
Sekolah juga ingin komunikasi resmi terlihat konsisten dengan identitasnya. Nama sekolah pada ikon aplikasi membantu orang tua mengenali kanal resmi dan mengurangi risiko mengunduh aplikasi yang tidak terkait.
- Orang tua ragu apakah aplikasi generik benar milik sekolah
- Sosialisasi aplikasi bergantung pada tautan yang dibagikan
- Identitas sekolah tidak terlihat pada aplikasi yang dipakai
- Sulit menjelaskan kanal resmi kepada orang tua baru
Cara kerja aplikasi white-label
Aplikasi white-label memakai modul Smartiva yang sama, dengan identitas visual dan nama yang disesuaikan untuk sekolah.
- 1
Identitas disiapkan
Nama aplikasi, logo, dan warna utama disesuaikan dengan identitas sekolah.
- 2
Aplikasi dipublikasikan
Aplikasi dipublikasikan ke toko aplikasi dengan nama sekolah, sehingga dapat dicari langsung oleh orang tua.
- 3
Pengguna diarahkan
Siswa dan orang tua mengunduh aplikasi resmi sekolah dan masuk dengan akun yang diberikan.
- 4
Pembaruan terkelola
Pembaruan fitur mengikuti versi Smartiva, tanpa sekolah perlu mengelola rilis sendiri.
Yang didapat sekolah dengan modul Aplikasi White-Label
Identitas sekolah
Aplikasi tampil dengan nama dan logo sekolah, sehingga mudah dikenali orang tua.
Kanal resmi yang jelas
Sekolah dapat menunjuk satu aplikasi resmi sebagai kanal komunikasi dan informasi.
Kepercayaan lebih cepat
Orang tua lebih yakin mengunduh aplikasi yang mencantumkan nama sekolahnya.
Fitur tetap lengkap
Aplikasi memakai modul yang sama, sehingga fitur tidak berkurang karena branding sekolah.
Tanpa mengelola rilis
Pembaruan aplikasi ditangani pada sisi platform, sehingga sekolah tidak perlu tim teknis sendiri.
Contoh alur: sosialisasi aplikasi sekolah
Sebuah sekolah ingin orang tua memakai satu aplikasi resmi pada tahun ajaran baru.
- Sekolah menyiapkan nama aplikasi, logo, dan warna sesuai identitasnya.
- Aplikasi dipublikasikan ke toko aplikasi dengan nama sekolah.
- Pada pertemuan orang tua, sekolah meminta wali siswa mencari nama aplikasi tersebut di toko aplikasi.
- Orang tua masuk dengan akun yang terhubung ke data anaknya dan langsung melihat informasi sekolah.
Aplikasi berlabel sekolah: apa yang berubah
Yang diganti adalah identitas di toko aplikasi dan ikon, bukan isi fungsinya. Perencanaannya lebih banyak soal proses publikasi daripada teknis.
SD / MI
Orang tua lebih mudah menemukan aplikasi bila namanya memuat nama sekolah. Siapkan nama pendek yang tidak bertabrakan dengan aplikasi lain di toko aplikasi sebelum pengajuan.
SMP / MTs
Siswa ikut mengunduh aplikasi, sehingga tangkapan layar dan deskripsi di toko aplikasi perlu menjelaskan kegunaan, bukan hanya menampilkan logo.
SMA / SMK / MA
Sekolah dengan banyak jurusan sering ingin menampilkan identitas kejuruan. Tetap disarankan satu aplikasi per sekolah agar tidak memecah pengguna ke beberapa aplikasi.
Menilai keberhasilan aplikasi sekolah sendiri
Aplikasi berlabel sekolah tidak otomatis dipakai. Yang menentukan adalah sosialisasi dan pembaruan versi.
Pengguna aktif
Jumlah akun yang membuka aplikasi dalam 30 hari terakhir, dipisahkan antara siswa dan orang tua.
Versi terbaru
Persentase pengguna pada versi aplikasi terbaru. Versi lama yang menumpuk akan menyulitkan dukungan.
Ulasan toko aplikasi
Jumlah dan isi ulasan, terutama keluhan teknis. Ulasan adalah kanal dukungan tidak resmi yang paling cepat terlihat oleh calon pengguna.
Cocok untuk peran ini
- Kepala Sekolah
- Yayasan
- Orang Tua / Wali
- Siswa
Pertanyaan umum tentang Aplikasi White-Label
Apakah aplikasi tersedia di Android dan iOS?
Ya. Aplikasi dipublikasikan untuk Android dan iOS dengan nama sekolah.
Apakah fitur berbeda dari aplikasi Smartiva biasa?
Tidak. Aplikasi memakai modul yang sama. Perbedaannya ada pada nama, logo, dan identitas visual yang dipakai sekolah.
Siapa yang mengelola pembaruan aplikasi?
Pembaruan ditangani pada sisi platform, sehingga sekolah tidak perlu mengelola rilis sendiri.
Berapa lama proses penerbitan aplikasi?
Waktu bergantung pada kesiapan materi identitas dan proses peninjauan di masing-masing toko aplikasi. Tim Smartiva mendampingi proses ini.
Apakah aplikasi white-label termasuk dalam paket standar?
Tidak. Aplikasi white-label adalah modul tersendiri dengan biaya terpisah. Rinciannya dapat dilihat pada halaman paket.
Modul lain yang sering dipakai bersama
Parental Monitoring
Kehadiran, nilai, tugas, tagihan, dan pengumuman anak tersaji dalam satu akun. Wali siswa melihat kondisi anak hari itu, bukan menunggu akhir semester.
Sosial Media Sekolah
Kegiatan kelas, prestasi siswa, dan informasi sekolah dibagikan pada ruang khusus warga sekolah, tanpa bercampur dengan konten dari luar.
Administrasi Sekolah
Data siswa, guru, pegawai, jadwal, dan pengumuman dikelola dari satu dasbor. Satu perubahan langsung terlihat oleh pihak yang berhak, tanpa mengirim ulang file Excel ke banyak grup chat.
Siap mencoba modul Aplikasi White-Label?
Uji coba gratis sampai akhir semester, tanpa biaya setup. Tim kami membantu proses aktivasi dan migrasi data awal.